IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kinerja penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh industri pembiayaan atau multifinance yang mengalami kontraksi pada awal semester kedua tahun ini. Pelemahan pembiayaan tersebut terjadi di tengah pergeseran preferensi konsumen serta penyesuaian skema kredit di sektor otomotif.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menekankan soal kelesuan penyaluran kredit kendaraan roda empat oleh industri perusahaan pembiayaan menjadi perhatian regulator di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Otoritas menilai penurunan nilai pembiayaan tersebut tidak serta-merta menandakan adanya peralihan transaksi konsumen ke skema tunai.
"Pada Juli 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh multifinance terkontraksi 2,43 persen yoy menjadi Rp230,92 triliun, yang dipengaruhi antara lain oleh preferensi konsumen dan perkembangan pembiayaan kendaraan," ujar Agusman dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (16/9/2026).
Adapun penurunan paling mencolok terjadi pada segmen mobil bekas konvensional berbasis bahan bakar minyak, di mana portofolio pembiayaannya terkoreksi 4,52 persen secara tahunan menjadi Rp86,25 triliun.