sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diprakirakan Meningkat

Banking editor Nia Deviyana
22/10/2026 11:43 WIB
Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat.
Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diprakirakan Meningkat. Foto: iNews Media Group.
Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diprakirakan Meningkat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan IV 2026 sebesar 91,31 persen.

Meningkatnya prakiraan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 sejalan dengan lebih longgarnya standar penyaluran kredit baru yang tecermin dari menurunnya Indeks Lending Kebijakan Kredit Standard (ILS). ILS pada triwulan III 2026 sebesar 0,28, dan diprakirakan kembali menurun pada triwulan IV 2026 sebesar 0,15.

Penurunan standar penyaluran kredit tersebut terjadi antara lain pada aspek plafon kredit, jangka waktu kredit, suku bunga kredit, dan persyaratan administrasi.

Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Hal ini didukung prospek kondisi ekonomi yang tetap positif serta risiko penyaluran kredit yang terjaga.

Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.

Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor. 

Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.

Lebih lanjut, responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 tumbuh sebesar 8,20 persen (yoy). Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan prakiraan responden pada periode survei sebelumnya sebesar 7,51 persen (yoy).

Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,69 persen (yoy).

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement