Selain menyediakan pembiayaan, BCA mendukung pengembangan usaha melalui berbagai program yang mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar, memanfaatkan teknologi digital, menembus pasar internasional, dan memenuhi kebutuhan sertifikasi halal.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest. Program-program tersebut ditujukan untuk mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis dari hulu hingga hilir.
Di tengah ekspansi kredit, BCA juga menjaga kualitas aset dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Per Agustus 2026, perseroan mencatatkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1,8 persen dan rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,7 persen.
BCA menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas pembiayaan, dan pengelolaan likuiditas. Penyaluran kredit tetap diarahkan ke sektor produktif dengan mempertimbangkan prospek usaha nasabah serta dinamika perekonomian.
“Dengan pertumbuhan kredit yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan pendanaan yang kuat, kami berharap dapat terus mendampingi nasabah dalam mengembangkan usahanya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” kata John.
(Rahmat Fiansyah)