Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tingginya antusiasme pengunjung, khususnya generasi muda, menunjukkan semakin terbukanya peluang produk lokal untuk menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan bisnis UMKM agar dapat terus berkembang setelah pameran berakhir dan memperluas jangkauan pasar hingga menjadi local champion.
“Bagi BSI, penguatan UMKM bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan jejaring bisnis. Kami ingin membantu pelaku usaha naik kelas, memperkuat daya saing, dan memiliki kesiapan untuk memasuki pasar global,” ujar Anggoro.
Ia menambahkan, penyelenggaraan expo juga mendukung inklusi keuangan syariah melalui pelibatan UMKM dan komunitas, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Besarnya potensi pasar ekonomi halal global membuka peluang bagi produk UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis. Namun, peluang tersebut perlu didukung peningkatan kualitas produk, daya saing, serta akses terhadap pembiayaan dan jaringan perdagangan internasional.