Dari sebuah rumah usaha di Pracimantoro, blangkon-blangkon itu pun terus dibuat dengan tangan. Setiap pesanan bukan hanya berarti pemasukan bagi keluarga Tri, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sebuah keterampilan tradisional untuk tetap menemukan tempat di tengah generasi yang terus berubah.
(Dhera Arizona)