Pertumbuhan kredit UMKM BCA tercatat konsisten berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) BCA terjaga masing-masing pada level 4,6 persen dan 1,8 persen.
Sementara itu, portofolio kredit berkelanjutan BCA tumbuh 16,3 persen YoY menjadi Rp280,3 triliun per September 2026, yang berkontribusi 26,4 persen terhadap total portofolio pembiayaan perseroan.
Untuk mendorong pemberdayaan sektor usaha mikro, BCA menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan penawaran suku bunga khusus mulai 5,81 persen eff p.a. serta tenor yang lebih panjang, yang berlaku sejak 1 Juli 2026 hingga Januari 2027.
Dari sisi perbankan digital, BCA terus memperkuat fitur pada aplikasi myBCA. Perseroan meningkatkan batas (limit) transfer harian di myBCA hingga maksimal Rp500 juta, menambah fitur Widget akses cepat, meluncurkan fitur Tabungan Emas, serta memperluas layanan transfer valas secara instan dalam mata uang SGD, GBP, dan CAD. BCA juga meluncurkan BCA Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang terintegrasi dengan metode pembayaran QRIS di aplikasi myBCA.
"Kami terus berupaya menghadirkan berbagai produk dan solusi untuk menjawab berbagai kebutuhan nasabah, serta memberikan pelayanan optimal pengguna BCA di manapun dan kapanpun. Salah satu wujudnya, kami telah meluncurkan program KPR Fixed Terencana yang dapat membantu nasabah merencanakan kredit hunian tanpa perlu khawatir kondisi suku bunga yang dinamis,” kata Hendra.
(NIA DEVIYANA)