Kedua perusahaan AI tersebut, serta Meta dan Googl, menghadapi tekanan dalam beberapa bulan terakhir setelah melaporkan bahwa model AI mereka kerap lepas dari pengawasan dan meretas situs web dan jaringan pihak ketiga. Hal itu memicu seruan untuk regulasi AI yang lebih ketat.
Anthropic dan OpenAI juga menghadapi perang harga yang semakin meningkat di antara para pembuat model AI. Pelanggan terus mencari cara untuk menghemat biaya AI, baik itu melalui model open-weight dari China atau model tertutup yang lebih murah dari laboratorium terkemuka AS.
Minggu lalu, Anthropic meluncurkan Claude Haiku 5.5, dengan mengatakan bahwa harganya rata-rata 75 persen lebih murah daripada Haiku 4.5. Pelanggan membayar USD0,10 per juta token input dan USD0,50 per token output.
Token adalah ukuran penggunaan AI dan mewakili sebagian atau seluruh kata yang diketik pengguna ke dalam kotak perintah dan respons yang dikeluarkan AI. (Wahyu Dwi Anggoro)