sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemanfaatan AI di Jobstreet by SEEK Tingkatkan Pencocokan Kandidat dengan Perusahaan

Technology editor Kurnia Nadya
18/09/2026 16:40 WIB
Platform pencarian kerja ini telah dilengkapi dengan teknologi AI yang mampu membaca perilaku pengguna saat mengakses website dan aplikasi. 
Pemanfaatan AI di Jobstreet by SEEK Tingkatkan Pencocokan Kandidat dengan Perusahaan. (Foto: MNC Media)
Pemanfaatan AI di Jobstreet by SEEK Tingkatkan Pencocokan Kandidat dengan Perusahaan. (Foto: MNC Media)

IDXChannelJobstreet by SEEK mulai menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kinerja fitur pencocokan kandidat dengan perusahaan sejak 2025. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan akurasi kecocokan. 

Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia Wisnu Dharmawan mengatakan bahwa platform pencarian kerja ini telah dilengkapi dengan teknologi AI yang mampu membaca perilaku pengguna saat mengakses website dan aplikasi. 

Menurut penjelasannya, AI yang diterapkan mampu mempelajari pola rekrutmen-rekrutmen lama yang telah dilakukan oleh rekruter maupun kandidat. Sehingga kini sistem mampu memberikan rekomendasi yang lebih akurat. 

Terkait persoalan seberapa akurat pembelajaran yang dilakukan oleh SEEK AI, Wisnu mengatakan bahwa akurasi bergantung pada kuantitas data yang dipelajari AI. Semakin banyak data yang dipelajari, semakin tinggi tingkat akurasinya. 

“Tentunya semakin banyak yang diobservasi, semakin banyak yang dipelajari, semakin baik juga hasilnya. Contohnya, misalnya company A dalam satu tahun di Jobstreet hanya mengunggah satu iklan lowongan, sementara perusahaan lain mengunggah ratusan iklan,” jelasnya. 

Maka, sistem rekomendasi oleh SEEK AI lebih mampu memberikan ketepatan rekomendasi untuk perusahaan yang mengunggah ratusan iklan lowongan dan memproses ratusan rekrutmen di situs Jobstreet. 

Dengan kata lain, perusahaan yang banyak beraktivitas di platform Jobstreet berpotensi mendapat rekomendasi dari SEEK AI dengan akurasi tinggi. Sama halnya dengan kandidat yang sering beraktivitas mencari lowongan kerja di platform tersebut. 

Fitur pencocokan ini berlaku untuk perusahaan selaku pihak yang merekrut dan kandidat yang mencari pekerjaan. 

“Jika data point-nya lebih banyak, rekomendasinya akan lebih akurat. Bagaimana rekruter melakukan penyortiran, memilih siapa yang diwawancarai, dan sebagainya. Profil kandidat yang disukai bagaimana. Jadi sampai ke orangnya (kandidat), bukan hanya perusahaannya,” kata Wisnu. 

Seperti diketahui, Jobstreet by SEEK menerapkan teknologi AI untuk fitur Personalised Targeting. Fitur ini mampu mempelajari kebutuhan dan pola rekrutmen perusahaan pengguna layanan Jobstreet. 

Sistem AI di Jobstreet menggunakan informasi yang terdapat pada preferensi, aktivitas pencarian, data shortlist (sortir), riwayat perekrutan, dan sebagainya, untuk membangun pemahaman yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. 

Data pemahaman yang dipelajari oleh AI ini kemudian digunakan untuk merekomendasikan dan menjangkau kandidat yang tepat hingga ke email dan push notification. 

Salah satu kemampuan AI pada fitur ini adalah tanda ‘Likely Interested’ untuk menandai kandidat yang mungkin berminat. Dalam tujuh hari iklan lowongan pekerjaan diunggah, Jobstreet akan mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi telah menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap lowongan tersebut. 

Aktivitas kandidat yang dibaca oleh AI misalnya kandidat menyimpan iklan tersebut atau membuka halaman iklan beberapa kali. Kandidat dalam kategori ini memiliki peluang lima kali lebih besar saat dihubungi oleh perusahaan secara proaktif. 

Sistem ini membantu rekruter untuk memprioritaskan upaya kepada kandidat yang paling berpotensi untuk melamar pekerjaan. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement