Menurut Francisco, partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempelajari strategi ekspor sekaligus memperdalam pemahaman mengenai organisasi perdagangan. Ia juga mengundang Budi untuk berkunjung ke Timor Leste.
Francisco menambahkan, peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara masih terbuka. Pemerintah Timor Leste siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai USD423,63 juta atau tumbuh 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Timor Leste sebesar USD410,56 juta dan impor sebesar USD13,07 juta.
Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perdagangan USD397,49 juta atau sekitar Rp7,17 triliun. Sementara itu, pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD273,86 juta, naik 1,59 persen secara tahunan.
Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD267,35 juta, sedangkan impor dari Timor Leste mencapai USD6,50 juta. Dari perdagangan ini, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD260,85 juta.