Dalam agenda tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang investasi di sektor pangan dan energi. Salah satunya adalah potensi investasi potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional serta kemitraan di bidang minyak dan gas.
Kerja sama mineral kritis juga menjadi pembahasan, mengingat Indonesia dan Kanada merupakan produsen mineral kritis yang memiliki kepentingan bersama dalam membangun rantai pasok yang aman dan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia menyampaikan harapan agar kolaborasi di bidang energi nuklir, termasuk pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR), dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang.
Airlangga dan PM Carney juga membahas posisi strategis Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN. Hal ini dapat memperkuat peran Indonesia sebagai mitra Kanada dalam meningkatkan keterlibatannya di kawasan Indo-Pasifik, baik secara bilateral maupun melalui kerja sama kawasan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia-Kanada menjelang 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.