sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Percepat Penanganan Karhutla, Prabowo Perintahkan Semua Sumber Daya Dikerahkan

News editor Riyan Rizki Roshali
13/10/2026 07:21 WIB
Dalam rapat itu, dilaporkan sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla.
Percepat Penanganan Karhutla, Prabowo Perintahkan Semua Sumber Daya Dikerahkan
Percepat Penanganan Karhutla, Prabowo Perintahkan Semua Sumber Daya Dikerahkan

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan semua sumber daya dikerahkan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Adapun arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas membahas penanganan karhutla secara hybrid di Istana Negara, Senin kemarin.

"Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Selasa (13/10/2026).

Teddy menambahkan, dalam rapat itu, dilaporkan sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla. Fokus utama yang menjadi perhatian adalah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

"Berdasarkan laporan Kepala BNPB, di 6 provinsi paling terdampak karhutla masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman. Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan," katanya.

Saat ini pemerintah sudah mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan untuk melakukan operasi pemadaman jalur darat yang tingkat keberhasilan padamnya mencapai 80 persen. Operasi udara juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

"Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman," kata dia.

Dia menambahkan, kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. 

“Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement