"Saya menduga ada biaya yang dibayarkan, yang memberikan kapal-kapal ini jalur aman," kata Brohard dalam sebuah wawancara dengan analis energi Rory Johnston baru-baru ini, dilansir dari Oilprice pada Kamis (8/10/2026).
"Saya juga menduga bahwa negara-negara ini tahu bahwa ini tidak berkelanjutan dari perspektif pengawalan kapal oleh Amerika Serikat (AS), dan juga tidak berkelanjutan dari mereka membayar Iran 10 persen dari kargo mereka, atau 20 persen dari kargo mereka. Jadi Anda mulai melihat apa yang saya sebut sebagai perlombaan untuk keluar sebanyak mungkin, secepat mungkin sebelum perang dimulai kembali," ujarnya.
Klaim Brohard belum terverifikasi, meskipun dia bukan satu-satunya analis yang menyinggung kemungkinan pembayaran diam-diam.
"Semuanya tampaknya terjadi secara diam-diam di Timur Tengah, mulai dari pengawalan kapal oleh AS hingga Iran yang diam-diam memungut biaya tol," kata Kepala Analis Pasar IG Group Chris Beauchamp kepada Al Jazeera.
Kemungkinan pembayaran rahasia akan membawa konsekuensi serius jika dikonfirmasi. AS telah memperingatkan Teheran agar tidak mengenakan biaya tol. Washington juga telah menargetkan jaringan keuangan yang terkait dengan badan pengelola Selat Hormuz negara itu.