"Ada mereka diasuh bukan orang tuanya secara langsung sehingga tidak memperoleh pengawasan efektif ketika berada di rumah. Ada kelas 1 SMA yang belum bisa membaca sama sekali, jadi banyak sekali tantangan-tantangannya," lanjut pria yang kerap disapa Gus Ipul.
Meski begitu, kata dia, dengan pendekatan-pendekatan yang sudah disiapkan tim kepala sekolah dan para guru, segala kemungkinan secara bertahap bisa diantisipasi dan dikelola dengan baik. Pihaknya pun terus memohon arahan dari Presiden RI atas berbagai tantangan tersebut.
"Saya sangat optimis jika kita konsisten melakukan ini, pendampingan multidisiplin, berbagai pendekatan dilakukan, anak-anak yang selama ini terkubur mimpinya diberi akses oleh Presiden, mereka memiliki harapan baru," katanya.
Gus Ipul juga berharap, selama anak-anaknya itu sekolah di Sekolah Rakyat, para orangtuanya juga sejatinya bisa diberdayakan melalui program pemberdayaan, dibantu rumahnya supaya kayak huni bagi yang memenuhi syarat.
Ujungnya kelak, saat para siswa tersebut lulus dengan keterampilan atau kemampuan akademis yang memadai, orang tuanya bisa ikut naik kelas menjadi keluarga yang tidak bergantung lagi dengan bantuan pemerintah, tapi menjadi keluarga mandiri.