Sebelum menerima MBG, sebagian siswa membeli makanan di kantin menggunakan uang jajan dari orang tua. Namun, uang tersebut tidak selalu mencukupi kebutuhan makan mereka.
Menurut Nurhasanah, program MBG memberikan kesempatan kepada siswa untuk menikmati makanan yang lebih beragam selama berada di sekolah. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Melalui program ini, siswa dapat menikmati berbagai hidangan, termasuk daging dan buah-buahan, yang tidak selalu tersedia dalam menu makan mereka sehari-hari. Nurhasanah mengatakan, siswa menyambut antusias makanan yang disediakan sekolah. Mereka bahkan kerap menanyakan menu yang akan disajikan sebelum waktu makan tiba.
Siswa tingkat SMP dan SMA biasanya berkumpul di aula sekolah untuk menyantap makanan bersama. Dalam kegiatan tersebut, guru turut mendampingi siswa, termasuk membimbing mereka membaca doa sebelum makan dan menerapkan tata cara makan yang baik sesuai nilai-nilai Islam.
Meski demikian, Nurhasanah mengatakan setiap siswa memiliki selera yang berbeda.