Ia juga menyoroti pentingnya pertanggungjawaban para pelaku usaha yang terlibat, termasuk korporasi yang memiliki rantai operasional lintas batas negara.
"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan. Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," ujarnya.
Dasco memandang dinamika kabut asap ini sebagai momentum bagi parlemen di kawasan Asia Tenggara untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan terstruktur. Menurutnya, pertemuan antar-parlemen anggota ASEAN tidak boleh bersifat reaktif atau hanya digelar saat krisis terjadi.
"Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis. Kita perlu membangun kerja sama antar-parlemen untuk pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas," tuturnya.
Dasco menekankan pentingnya kedewasaan dalam berinteraksi di kawasan. Menurutnya, relasi bertetangga di ASEAN harus dibangun di atas fondasi keterbukaan dan saling menghormati demi kepentingan bersama.