Lula yang akan genap 81 tahun pada Selasa (27/10/2026), dikenal melalui program kesejahteraan sosial yang membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan. Dia sebelumnya kembali berkuasa pada pemilihan 2022 setelah menjalani hukuman penjara lebih dari 18 bulan terkait kasus korupsi. Namun, dakwaan tersebut kemudian dibatalkan atas dasar prosedural.
Selama masa jabatan ketiganya, pemerintahan Lula mencatat penurunan inflasi dan pengangguran serta membantu mengurangi kelaparan. Kendati demikian, biaya hidup dan keamanan masih menjadi keluhan masyarakat. Kebijakan bantuan sosial yang diperluas selama kampanye juga menjadi salah satu isu yang memicu perdebatan.
Kemenangan ini menjadi kebangkitan politik lain bagi Lula, yang berasal dari keluarga petani miskin di wilayah timur laut Brasil. Namun, dia akan memasuki masa jabatan baru dengan negara yang terbelah, setelah hampir separuh pemilih memberikan suara kepada rivalnya dan menginginkan perubahan.
Tantangan Lula juga datang dari parlemen yang didominasi kelompok kanan, prospek pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan melambat, serta persoalan keamanan akibat aktivitas kelompok kriminal. Di bidang luar negeri, kampanyenya menekankan kedaulatan Brasil di tengah tekanan perdagangan dan diplomatik dari pemerintahan Trump.
Lula akan memimpin Brasil hingga 2030. Pada akhir masa jabatan tersebut, dia akan berusia 85 tahun dan telah menghabiskan total 16 tahun sebagai presiden, termasuk periode pertamanya pada 2003-2010.
(Rahmat Fiansyah)