Ia menegaskan bahwa pesan utama pemerintah bukan sekadar jenis perlindungan yang digunakan, melainkan mengurangi paparan asap sejak awal dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.
“Mau pakai apa pun kata-katanya, stay at home. Jangan keluar kalau kondisinya jelek,” katanya.
Budi secara khusus mengingatkan agar kelompok rentan, termasuk balita, mendapat perlindungan lebih baik ketika kualitas udara memburuk.
Menurutnya, paparan polusi udara dapat menimbulkan dampak kesehatan, sehingga masyarakat tidak sebaiknya mengabaikan kondisi udara hanya karena aktivitas sehari-hari tetap harus berjalan.
Untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat, Kemenkes menyiapkan pengiriman masker ke daerah terdampak karhutla. Budi menyebut masih terdapat kekurangan sekitar 1,6 juta masker yang akan dipenuhi secara bertahap.