IDXChannel - Setiap rupiah yang dialokasikan untuk membeli produk dalam negeri memiliki dampak multiplier effect yang sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia.
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kementerian Perindustrian Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, untuk Rp1 produk dalam negeri mampu menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp2,2 bagi perekonomian nasional.
Melihat potensi itu, Kemenperin terus memperkuat ekosistem industri nasional melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri yang tidak hanya menciptakan pasar bagi produk manufaktur, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, rantai pasok, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Kris Sasono Ngudi Wibowo menambahkan, pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat.
"Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri,” ujar Kris, dikutup Sabtu (26/9/2026).
Kris melanjutkan, saat ini pasar domestik menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Sebesar 78,39 persen produk manufaktur nasional diserap oleh pasar domestik, sementara 21,61 persen sisanya ditujukan untuk pasar ekspor.
“Hal ini berarti menunjukkan bahwa penguatan pasar dalam negeri memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi industri nasional,” tuturnya.
Selain itu, pasar domestik merupakan kekuatan penting bagi industri manufaktur Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan konsumsi yang terus berlangsung, terdapat ruang yang luas bagi produk industri nasional untuk meningkatkan penetrasinya di pasar dalam negeri.
Karena itu, penggunaan produk dalam negeri perlu menjadi bagian dari keputusan pengadaan barang dan jasa, baik di lingkungan pemerintah maupun sektor lainnya.
Peluang tersebut juga ditopang oleh kapasitas industri yang masih dapat dioptimalkan. Utilisasi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 61,8 persen pada 2025.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp12.834,8 triliun dengan jumlah penduduk 284,44 juta jiwa. Besarnya basis konsumen tersebut memberikan ruang bagi produk manufaktur nasional untuk memperluas pasar domestik.
Oleh karena itu, pemerintah memperkuat industri dalam negeri dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hingga 2 September 2026, terdapat lebih dari 57.000 produk tersertifikasi TKDN yang berasal dari lebih dari 5.600 perusahaan industri.
Keberadaan produk-produk tersebut menjadi bagian dari basis industri nasional yang dapat dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa sekaligus memperluas akses pasar bagi produk manufaktur dalam negeri.
Pada sektor industri farmasi dan produk kesehatan nasional, salah satu industri yang menerapkan kebijakan TKDN yaitu Bio Farma Group, yang telah memiliki 29 sertifikat TKDN dan BMP meliputi produk vaksin, enoxaparin, kit diagnostik, serta produk lainnya.