IDXChannel - Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengevakuasi seluruh tamu hotel di Labuan Bajo serta menyelamatkan 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar.
Langkah cepat ini diambil usai terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
"Kami mmelakukan evakuasi terhadap 986 wisatawan yang sebelumnya terjebak akibat penutupan sementara pelayaran kini telah tiba kembali di Labuan Bajo dengan selamat," kata Kemenpar lewat keterangan tertulisnya.
Kepulangan mereka dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo resmi menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran.
Langkah evakuasi darurat ini diambil menyusul gempa utama berkedalaman 15 km di 30 km kawasan Mbay-Nagekeo yang memicu serangkaian gempa susulan kuat. Tercatat, guncangan susulan dirasakan hingga kawasan Labuan Bajo dengan magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, magnitudo 4,5 pada pukul 06.22 WITA, dan magnitudo 5,6 pada pukul 06.37 WITA.
"Terlebih, keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima)," katanya.
Sementara itu, dalam proses evakuasi di darat, seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo juga telah dievakuasi dan diarahkan ke titik aman seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.