"Di kalangan pelaut, mereka yang melakukan perjalanan tersebut hampir dipandang sebagai tentara bayaran," kata sebuah sumber, yang mencerminkan bahaya berlayar melalui selat tersebut.
Setidaknya 14 serangan terjadi sejak 20 September, menurut perusahaan keamanan maritim Vanguard.
Tarif pengiriman barang melalui selat tersebut mencapai rekor USD1,3 juta per hari minggu ini, dibandingkan dengan sekitar USD20.000 hingga USD50.000 per hari tahun lalu.
Berlayar ke Teluk, memuat, dan kembali biasanya memakan waktu sekitar empat hari. Hanya segelintir kapal yang bersedia melakukan perjalanan tersebut.
Kapal tanker super biasanya membawa sekitar 2 juta barel minyak dan berlayar dengan awak hingga 35 pelaut.