"Tentu saja kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus terupdate, tapi yang lebih penting lagi juga adalah kita merespons secara cepat agar risiko dari bencana bisa diminimalisir," tuturnya.
Lebih jauh, Pratikno mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana. Ketangguhan tersebut, kata dia, perlu dibangun melalui masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kelembagaan yang kuat.
"Mari kita sama-sama terus tingkatkan kesadaran masyarakat, kita bangun masyarakat yang tangguh, ilmu pengetahuan dan teknologi kita tangguh, kelembagaan kita tangguh, jadi kita semakin tangguh untuk menghadapi bencana sehingga bencana bisa kita minimalisir risikonya," pungkasnya.
Project Director EDRR Indonesia 2026, Sri Vista Lembong, mengatakan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026.
Menurut Vista, Indonesia menghadapi beragam jenis bencana sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk merespons kondisi darurat, termasuk bencana yang terjadi dalam skala kecil seperti kebakaran.