IDXChannel - Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman resmi menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) usai dilantik pada Kamis (1/10/2026).
Keduanya melengkapi jajaran pimpinan Kementerian Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta Wamenkeu Juda Agung.
Luky Alfirman yang merupakan mantan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu ini mencatatkan total harta kekayaan bersih tanpa utang sebesar Rp52,82 miliar.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, total kekayaan tersebut dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per Februari 2026.
Porsi terbesar harta Luky tersimpan pada instrumen kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305 (43,7 persen dari total harta), diikuti kepemilikan surat berharga senilai Rp15.034.806.720 (28,5 persen), serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp13.000.000.000 (24,6 persen).
Aset properti Luky terdiri dari tiga unit tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Selatan senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar serta Kota Bandung senilai Rp3 miliar.
Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil bernilai total Rp550.000.000, yakni Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Selain itu, dia juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp205.000.000 dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.
Harta Kekayaan Nurkholisoh Ibnu Aman
Nurkholisoh Ibnu Aman melaporkan total nilai harta kotor sebesar Rp6.392.808.000. Setelah dikurangi kewajiban utang sebesar Rp1.691.300.000 (sekitar 26,5 persen dari total harta kotor), nilai kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp4.701.508.000.
Komponen terbesar kekayaannya berada pada aset tanah dan bangunan senilai Rp3.420.008.000 (53,5 persen), disusul kas dan setara kas sebesar Rp2.910.000.000 (45,5 persen).
Nurkholisoh melaporkan tujuh bidang tanah dan bangunan, termasuk di Kota Tangerang, aset terbesar di Jakarta Pusat senilai Rp1,61 miliar, dua aset warisan di Kota Magelang, serta satu aset warisan berupa tanah dan bangunan di luar negeri senilai Rp715.000.000.
Pada pos alat transportasi dan mesin, dia mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 senilai Rp800.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp62.000.000, serta nihil untuk kepemilikan surat berharga.
Berdasarkan LHKPN periodik 2025, Luky Alfirman memiliki harta kekayaan bersih yang jauh lebih besar dibandingkan Nurkholisoh Ibnu Aman. Kekayaan bersih Luky yang mencapai Rp52,82 miliar tercatat sekitar 11,2 kali lipat dari total kekayaan bersih Nurkholisoh yang berada di angka Rp4,70 miliar.
Dari sisi profil kewajiban, Luky tercatat tidak memiliki utang sama sekali, sedangkan Nurkholisoh melaporkan kewajiban utang sebesar Rp1,69 miliar.
Struktur komposisi aset utama kedua pejabat ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Aset Luky didominasi oleh instrumen likuid berupa kas dan setara kas sebesar Rp23,09 miliar serta surat berharga senilai Rp15,03 miliar.
Sementara itu, porsi terbesar kekayaan Nurkholisoh tersimpan pada kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp3,42 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp2,91 miliar, tanpa mencatatkan kepemilikan surat berharga.
Adapun pada pos alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan total nilai Rp550 juta, sedangkan Nurkholisoh hanya mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon senilai Rp800 ribu.
(DESI ANGRIANI)