IDXChannel - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengakui upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) di lokasi prioritas lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) cukup sulit untuk dilakukan.
Hal ini disampaikan Faisal saat akan menghadiri rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026). Rapat berfokus pada mitigasi Karhutla.
Mulanya, dia menyampaikan penanganan Karhutla, Satgas udara masih terus digencarkan. Pertama, melalui modifikasi cuaca, dan kedua water bombing.
Namun, tutur Faisal, untuk modifikasi cuaca, tim di lapangan saat ini menghadapi persoalan yang membuat operasi ini sulit dilakukan.
"Sekarang untuk operasi modifikasi cuaca ini cukup sulit karena potensi awan konvektif itu sangat rendah di puncak-puncak musim kemarau ini," kata Faisal.
Melihat kondisi tersebut, kata dia, operasi ini tentunya bersifat situasional. Kendati demikian, Faisal memastikan pesawat di setiap Provinsi tetap masih digunakan untuk melakukan patroli.
"Tapi kemudian apabila ada potensi awan itu segera berubah menjadi modifikasi cuaca. Saya kira itu ya," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)