Pemerintah, kata Maino, juga terus menggencarkan stabilisasi pasokan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, yang realisasinya sejak Maret telah mencapai 809.865.665 kg, atau 97,81 persen dari target.
Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juli–September 2026 per 18 September 2026 telah mencapai 682.671.450 kg, atau 68,45 persen dari total pagu 997.332.240 kg, guna mendukung masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasar beras. Menurutnya, pemerintah perlu berkolaborasi dengan pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Persoalan pangan, khususnya beras, harus kita selesaikan secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan sinergi antara Badan Pangan Nasional, pengelola pasar, pelaku usaha perberasan, serta seluruh pemangku kepentingan," jelas Rahmanto.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelangsungan ekosistem perberasan dari tingkat pedagang hingga konsumen akhir.