Jika gejala masih berlanjut meski pengobatan telah dilakukan secara optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks. Namun, keputusan tersebut bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
Berbeda halnya dengan penanganan pada batu empedu. Jika batu menimbulkan keluhan atau komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan operasi pengangkatan kantong empedu melalui teknik laparoskopi.
Prosedur ini dilakukan menggunakan sayatan kecil sehingga pada pasien tertentu dapat membantu mempercepat pemulihan dibandingkan operasi terbuka. Meski demikian, pilihan tindakan tetap bergantung pada kondisi kesehatan pasien dan tingkat kesulitan kasus yang ditangani.
Gangguan pencernaan juga dapat berkaitan dengan penyakit serius, termasuk kanker usus besar dan kanker rektum. Pada kondisi ini, pemeriksaan dan penanganan perlu direncanakan secara cermat untuk mengangkat jaringan kanker sekaligus mempertimbangkan fungsi organ yang terdampak.
Dalam kasus tertentu, operasi dengan teknik minimal invasif dapat menjadi pilihan bagi pasien yang memenuhi kriteria medis. Salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan untuk kanker rektum adalah Intersphincteric Resection (ISR).