Kedua, persoalan hunian dan pendataan korban. Robert menyoroti proses penanganan data korban bencana yang masih menjadi persoalan, terutama dalam bencana terbaru di Flores.
Menurutnya, pendataan dan verifikasi korban sebenarnya telah selesai. Namun, data tersebut masih harus ditinjau oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum dijadikan dasar penyusunan rencana pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap serta program rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Hari ini problemnya data tersebut, data sudah bergerak, tetapi kemudian masih ada saja yang dianggap oleh mereka yang bekerja di lapangan itu belum objektif, belum sesuai dengan apa yang terjadi," ujarnya.
Ketiga, layanan kesehatan dan pendidikan masih memprihatinkan. Robert menilai keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan bagi korban bencana perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, dampak bencana tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga berpotensi memengaruhi generasi mendatang.
Dia mencontohkan anak-anak korban bencana yang hanya dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar satu hingga dua kali dalam sepekan karena harus bergantian menggunakan tenda sekolah yang tersedia.