IDXChannel – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah (US Treasury). Pasar juga mencermati ketidakpastian prospek kesepakatan damai terkait konflik Iran serta dampaknya terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga minyak sempat melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran. Namun, kenaikan tersebut mereda setelah muncul ekspektasi bahwa mediator dari Qatar akan menggelar pembicaraan dengan kedua negara untuk mencari kemungkinan kesepakatan.
Harga minyak kembali menguat dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya turun dari level tertinggi pada awal bulan. Kekhawatiran terhadap prospek kesepakatan damai yang semakin menipis turut mendorong kenaikan harga minyak dan bahan bakar diesel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta mendorong imbal hasil US Treasury.
Founding Partner Cresset Capital Management, Jack Ablin mengatakan, kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi dan suku bunga. Menurut dia, imbal hasil surat utang AS kini mulai terlihat lebih menarik dibandingkan saham.
“Perkembangan Iran mendorong harga minyak, harga minyak mendorong inflasi, dan inflasi mendorong suku bunga. Kami kini berada pada titik ketika suku bunga terlihat cukup menarik dibandingkan ekuitas,” ujar Ablin dikutip dari Reuters.
Menurut dia, kondisi pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor valuasi dibandingkan kinerja laba perusahaan. Investor mulai mempertimbangkan kembali daya tarik aset berpendapatan tetap setelah periode panjang ketika saham menjadi pilihan utama.
Indeks S&P 500 turun 59 poin atau 0,76 persen ke level 7.684,41. Nasdaq Composite melemah 246,62 poin atau 0,91 persen menjadi 26.822,09, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 343,78 poin atau 0,66 persen ke 51.484,84.
Saham Boeing anjlok setelah Administrator Federal Aviation Administration (FAA) Bryan Bedford mengatakan masalah perangkat lunak pada pesawat 737 MAX akan menunda proses sertifikasi varian terbesar, MAX 10. Di sisi lain, penurunan Wall Street tertahan oleh kenaikan saham Nvidia setelah perusahaan mengumumkan otorisasi pembelian kembali saham senilai USD150 miliar, terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan tekanan inflasi diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa bulan mendatang akibat permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak.
Sementara itu, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan The Fed Oktober mencapai 70,3 persen, naik dari 57,6 persen sepekan sebelumnya dan 17,7 persen sebulan sebelumnya.
Sejumlah data ekonomi penting AS akan dirilis pekan ini dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan The Fed, termasuk data inflasi dan pasar tenaga kerja yang akan ditutup dengan laporan ketenagakerjaan pemerintah pada akhir pekan.
(Rahmat Fiansyah)