IDXChannel - Wall Street ditutup beragam pada Senin (12/10/2026) dengan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi melemah seiring harga minyak melonjak hampir USD2 per barel menyusul serangan terhadap bandara di Arab Saudi.
Indeks S&P 500 ditutup sedikit melemah, sementara Dow Jones menguat.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 195,60 poin atau 0,38 persen menjadi 51.850,55. Indeks S&P 500 (.SPX) turun 4,30 poin atau 0,06 persen menjadi 7.807,24, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melemah 120,27 poin atau 0,44 persen menjadi 27.245,90.
Dalam beberapa hari ke depan, investor AS akan mencermati laporan keuangan perusahaan. Sejumlah bank besar AS, termasuk Goldman Sachs (GS.N), Citigroup (C.N), dan JPMorgan Chase (JPM.N), dijadwalkan merilis laporan keuangan pada awal perdagangan Selasa. Menurut data LSEG IBES, para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 melonjak 30,6 persen pada kuartal III.
Data lain yang akan dirilis pekan ini mencakup angka inflasi konsumen dan produsen AS untuk September, serta data penjualan ritel. Meski pasar obligasi pemerintah AS (US Treasury) tutup pada Senin karena libur Columbus Day, investor saham tetap mewaspadai kenaikan imbal hasil obligasi yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 24 tahun. Kenaikan harga energi yang bertahan tinggi turut memicu kekhawatiran inflasi.
Volume perdagangan relatif tipis, dengan sebanyak 12,67 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan rata-rata 20 hari sebesar 17,62 miliar saham.
Seiring kenaikan harga minyak, sektor energi (.SPNY) menjadi sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor utama S&P 500, dengan menguat 1,5 persen. Sektor barang konsumsi primer yang defensif (.SPLRCS) naik lebih dari 1 persen, begitu pula indeks jasa komunikasi S&P 500 (.SPLRCL), yang terdorong kenaikan lebih dari 3 persen pada saham Meta (META.O), salah satu saham berkapitalisasi besar.
Sektor teknologi (.SPLRCT) turun 0,9 persen, sedangkan sektor barang konsumsi nonprimer (.SPLRCD) melemah 0,7 persen. Keduanya menjadi sektor dengan kinerja terburuk. Pelemahan di sektor teknologi paling terasa pada saham-saham semikonduktor. Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) ditutup turun 2,7 persen setelah menyentuh level terendah dalam tiga pekan.
Di sektor barang konsumsi nonprimer, saham Chipotle Mexican Grill (CMG.N) anjlok 3,8 persen setelah Starbucks (SBUX.O) menyatakan tidak akan mengakuisisi jaringan restoran burrito tersebut. Sebaliknya, saham Starbucks ditutup naik 1,7 persen.
Saham Microsoft (MSFT.O) ditutup menguat 1,1 persen, dengan kapitalisasi pasarnya kembali menembus USD4 triliun untuk pertama kalinya dalam setahun setelah perusahaan mengumumkan rencana penerapan besar-besaran cip kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri.
Saham Salesforce (CRM.N) naik 2 persen setelah BofA Global Research menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi buy dari sebelumnya underperform. Saham eBay (EBAY.O) juga menguat 2 persen setelah Morgan Stanley memasukkan saham tersebut ke dalam daftar pilihan utamanya.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan bank sentral AS perlu bergerak “relatif cepat” menuju kebijakan moneter yang lebih ketat untuk memerangi inflasi. Menurutnya, tekanan inflasi telah meluas dan mulai memengaruhi rencana perusahaan dalam menetapkan harga.
Pelaku pasar memperhitungkan peluang hampir 22 persen bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga bulan ini, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME. Angka tersebut meningkat dari 17,7 persen pada Jumat.
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 1,09 banding 1. Tercatat 149 saham mencapai level tertinggi baru dan 272 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.888 saham menguat dan 3.008 saham melemah, sehingga rasio saham yang turun terhadap saham yang naik mencapai 1,59 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 10 saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 pekan dan lima saham yang menyentuh level terendah dalam 52 pekan. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 51 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 318 saham yang mencapai level terendah baru dalam 52 pekan.
(NIA DEVIYANA)