sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat, Dipicu Penurunan Harga Minyak dan Yield Obligasi

Market news editor Rahmat Fiansyah
21/09/2026 21:45 WIB
Bursa saham AS dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026) didorong penurunan harga minyak dan yield obligasi.
Bursa saham AS dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026) didorong penurunan harga minyak dan yield obligasi. (Foto: Dok. Freepik)
Bursa saham AS dibuka menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026) didorong penurunan harga minyak dan yield obligasi. (Foto: Dok. Freepik)

Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kelompok Houthi yang didukung Iran melaporkan serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi pada Sabtu (19/9/2026). Departemen Luar Negeri AS kemudian meminta warga negaranya mempertimbangkan risiko perjalanan ke kawasan tersebut.

Di sisi lain, jalur diplomasi antara AS dan Iran masih terbuka. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia membuka peluang untuk mengadakan pertemuan singkat dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.

Chief Economist LPL Financial, Jeffrey Roach mengatakan ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga bahan bakar juga berdampak pada margin kilang minyak China. Selain itu, kondisi tersebut juga membuat The Fed lebih berhati-hati.

"The Fed telah mendasarkan prospek inflasinya pada asumsi bahwa pasar minyak akan kembali stabil," katanya dikutip dari Quartz.

Saham terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu penggerak utama Wall Street. Saham Intel melonjak lebih dari 6 persen, Dell Technologies naik lebih dari 1 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) menguat lebih dari 4 persen di tengah optimisme menjelang pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement