Iding pun mendorong generasi muda melirik instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) emas seiring perubahan tren investasi masyarakat yang kini lebih mengutamakan kemudahan dan fleksibilitas melalui platform digital.
"Teman-teman anak muda ingin berinvestasi dengan lebih mudah. Di Bursa Efek Indonesia sudah mengadopsi digitalisasi. Teman-teman yang sudah jadi investor tentu bisa membeli saham cukup lewat handphone, membuka rekening, jual beli saham lewat handphone. Nah demikian pula dengan emas," ujar dia.
Iding menjelaskan, ETF emas memungkinkan investor berinvestasi pada emas melalui aplikasi perdagangan saham. Dengan demikian, investor yang telah memiliki rekening saham dapat menambahkan ETF emas ke dalam portofolio tanpa harus melakukan pembelian emas batangan secara langsung.
"Tujuannya supaya teman-teman investor yang sudah jadi investor kalau mau investasi emas bisa sekalian lewat aplikasi trading saham. Jadi melalui ETF emas, teman-teman semua bisa jual beli emas seperti jual beli saham," ujarnya.
Dia menerangkan, ETF emas memiliki mekanisme berbeda dengan reksa dana maupun ETF saham. Jika instrumen tersebut memiliki portofolio yang terdiri atas sejumlah aset dan membutuhkan pemilihan aset oleh manajer investasi, ETF emas memiliki underlying berupa emas.