IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) siap mendukung infrasatruktur data center di tengah meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal tersebut disampaikan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji dalam National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop. Kegiatan yang diselenggarakan Danantara tersebut mempertemukan pemangku kepentingan lintas BUMN, regulator, dan pelaku industri di Wisma Danantara, Jakarta.
Mengusung tema “Building Indonesia’s Sovereign AI Infrastructure: Validating National Demand, Data Center & Power Readiness”, workshop difokuskan pada validasi kebutuhan nasional serta penyelarasan proyeksi permintaan dengan kesiapan data center dan pasokan listrik.
Hadir dalam kegiatan ini Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Utama NeutraDC, Rakhmad Tunggal Afifuddin, serta Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M. Fahrur Rozy.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji menjelaskan, sebagai penyedia infrastruktur digital, Telkom merupakan tulang punggung digital nasional yang mendukung kapabilitas sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity bagi sektor pemerintahan dan BUMN.
“Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan,” ujar Seno dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Workshop tersebut memetakan prioritas use case AI di lingkungan BUMN sekaligus penyusunan proyeksi kebutuhan komputasi dan kapasitas IT dalam skenario Low-Base-High. Pemetaan ini menjadi dasar untuk mempertemukan proyeksi permintaan dengan rencana pengembangan data center NeutraDC dan kesiapan pasokan daya PLN, sebelum memasuki tahap validasi kelayakan investasi.
Hasil pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN menunjukkan adanya kebutuhan data center yang signifikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perbankan, serta mobilitas dan kesejahteraan. Dari sisi geografis, permintaan tersebut terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali, kemudian Batam dan Indonesia Timur. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga 2030 seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan AI di lingkungan BUMN.
Sejalan dengan tren tersebut, pola pemanfaatan AI di BUMN juga diproyeksikan mengalami perubahan. Jika pada periode 2026-2029 AI masih banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam aktivitas sehari-hari, pada 2030 pemanfaatannya diperkirakan berkembang menuju AI agentic dan operasional yang terintegrasi, dengan konsumsi yang diperkirakan mencapai sekitar 70 persen dari total kapasitas data center.
Menangkap peluang tersebut, NeutraDC menyiapkan rencana pengembangan AI data center dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, yang diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota guna mendukung pemerataan kapabilitas komputasi secara nasional.
Dari sisi energi, PLN menyampaikan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam menyediakan reliable power dan green energy, termasuk mempersiapkan pasokan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pertumbuhan data center sekaligus agenda dekarbonisasi nasional.
Sementara itu, Direktur NeutraDC, Rakhmad Tunggal Afifuddin memaparkan kesiapan infrastruktur AI data center NeutraDC serta strategi phasing pengembangan menuju kapasitas 1 GW, termasuk strategi tiga wilayah (3-region strategy) untuk mendukung pemerataan kapasitas komputasi AI di berbagai wilayah Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)