“Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan,” ujar Seno dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Workshop tersebut memetakan prioritas use case AI di lingkungan BUMN sekaligus penyusunan proyeksi kebutuhan komputasi dan kapasitas IT dalam skenario Low-Base-High. Pemetaan ini menjadi dasar untuk mempertemukan proyeksi permintaan dengan rencana pengembangan data center NeutraDC dan kesiapan pasokan daya PLN, sebelum memasuki tahap validasi kelayakan investasi.
Hasil pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN menunjukkan adanya kebutuhan data center yang signifikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perbankan, serta mobilitas dan kesejahteraan. Dari sisi geografis, permintaan tersebut terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali, kemudian Batam dan Indonesia Timur. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga 2030 seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan AI di lingkungan BUMN.
Sejalan dengan tren tersebut, pola pemanfaatan AI di BUMN juga diproyeksikan mengalami perubahan. Jika pada periode 2026-2029 AI masih banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam aktivitas sehari-hari, pada 2030 pemanfaatannya diperkirakan berkembang menuju AI agentic dan operasional yang terintegrasi, dengan konsumsi yang diperkirakan mencapai sekitar 70 persen dari total kapasitas data center.
Menangkap peluang tersebut, NeutraDC menyiapkan rencana pengembangan AI data center dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, yang diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota guna mendukung pemerataan kapabilitas komputasi secara nasional.