Di sisi lain, ADMR mengidentifikasi sejumlah risiko yang dapat memengaruhi kinerja operasional dan keuangan bisnis pertambangan sepanjang 2026. Risiko tersebut antara lain fluktuasi harga batu bara metalurgi, perubahan permintaan industri baja dan kokas, dinamika geopolitik, serta perubahan kebijakan pemerintah.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem yang berkepanjangan juga berpotensi mengganggu aktivitas pengangkutan, baik untuk kebutuhan pengiriman bahan maupun distribusi produk.
Adapun proyek smelter aluminium KAI berlokasi di kawasan industri di Kalimantan Utara yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Status tersebut memungkinkan KAI memperoleh sejumlah dukungan dan fasilitas, terutama dalam aspek perizinan serta pembebasan bea masuk atas impor mesin dan barang modal.
(DESI ANGRIANI)