IDXChannel – Saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) melonjak pada Rabu (30/9/2026), melanjutkan tren penguatan dalam sebulan terakhir di tengah sentimen bisnis data center yang menjadi salah satu fokus perseroan.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.20 WIB, saham SEMA melambung 20,39 persen ke level Rp496 per unit, setelah sempat menyentuh Rp498 yang menjadi level tertinggi sepanjang masa sejak perusahaan melantai di Bursa pada awal 2022.
Nilai transaksi saham SEMA tercatat mencapai Rp17,40 miliar. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp668 miliar, SEMA masih tergolong sebagai emiten berkapitalisasi kecil.
Sementara itu, saham SEMA diperdagangkan pada valuasi premium dengan price to earnings ratio (P/E) trailing 12 months (TTM) sebesar 77,61 kali.
Dalam sepekan, saham SEMA telah melonjak 59,74 persen. Sementara dalam sebulan terakhir, saham tersebut meroket 343,24 persen.
Penguatan saham SEMA berlangsung setelah perseroan mendapatkan kontrak pekerjaan pengadaan panel listrik untuk proyek data center CGK5 dan CGK7 dengan nilai kontrak yang tidak disebutkan.
Menurut catatan Stockbit Sekuritas, kedua data center tersebut dikembangkan oleh BDx Indonesia, perusahaan patungan antara Big Data Exchange, PT Indosat Tbk (ISAT), dan Lintasarta.
Kontrak tersebut menambah portofolio SEMA di sektor infrastruktur data center, sejalan dengan strategi perseroan untuk mendiversifikasi bisnis dari manufaktur panel listrik ke sektor energi dan infrastruktur digital.
Dalam penjelasannya kepada BEI pada 23 September 2026, SEMA menyatakan kegiatan usahanya saat ini berfokus pada solusi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, mencakup power distribution, electrical panel/switchgear, renewable energy, data center, serta solusi energi terkait.
Perseroan menyebut kegiatan produksi, engineering, testing, instalasi, hingga layanan terkait terus dijalankan sesuai kebutuhan proyek dan pelanggan.
Untuk bisnis data center, SEMA menyatakan sektor tersebut masih menjadi salah satu fokus perseroan.
Dalam Public Expose 2026, SEMA menyampaikan bahwa data center tetap menjadi perhatian utama, di samping pengembangan pasar industri potensial yang membutuhkan produk type-tested panel serta penguatan hubungan dengan end user, EPC, dan kontraktor.
Selain itu, perseroan berupaya memperkuat bisnis power distribution, termasuk dengan mendekati PT PLN (Persero) dan anak usahanya untuk membuka peluang penyediaan panel distribusi.
SEMA juga melanjutkan pengembangan solusi energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan produk maupun layanan terkait energi.
Strategi perseroan sepanjang 2026 mencakup penguatan bisnis power distribution, pengembangan bisnis data center, perluasan pasar industri untuk produk type-tested panel, serta penguatan hubungan dengan end user, EPC, kontraktor, PLN, dan anak usaha PLN.
Perseroan juga menargetkan peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk, penguatan kerja sama dengan principal dan mitra strategis, serta menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan proyek. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.