Meski demikian, keberadaan pembeli siaga tidak menjamin kenaikan harga saham ataupun keberhasilan ekspansi.
Harga pelaksanaan dan rasio HMETD menjadi faktor penting yang perlu ditunggu.
Tanpa informasi tersebut, investor belum dapat menghitung harga teoretis saham setelah rights issue maupun menilai apakah pelaksanaan haknya ekonomis dibandingkan membeli saham di pasar reguler.
Investor juga perlu mencermati rekam jejak penggunaan dana rights issue sebelumnya.
Pada aksi korporasi pertama yang efektif pada akhir 2025, yakni penawaran Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui rights issue, PACK menghimpun dana bersih sekitar Rp3,25 triliun.
Perkembangan hasil investasi tersebut penting untuk menilai seberapa efektif perseroan mengubah tambahan modal menjadi pertumbuhan laba dan arus kas.