Per Juni 2026, kredit tiga bank BUMN yang dinilai S&P tumbuh rata-rata 26 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan kredit industri berada di sekitar 12 persen.
Ekspansi tersebut terutama didorong oleh partisipasi bank dalam program ekonomi yang terkait dengan pemerintah serta peningkatan penyaluran kredit kepada BUMN. D
i sisi lain, pertumbuhan kredit banyak terjadi pada segmen dengan imbal hasil lebih rendah, sementara biaya pendanaan masih relatif tinggi.
Kondisi tersebut berpotensi menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). S&P memperkirakan NIM bank-bank BUMN dapat turun sekitar 10 hingga 20 basis poin dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Tekanan margin juga datang dari kondisi suku bunga domestik.
Meskipun kondisi pendanaan perbankan mulai membaik sejak kuartal II-2026, biaya dana masih relatif tinggi sehingga bank perlu mengelola pertumbuhan kredit dan komposisi sumber pendanaannya secara lebih hati-hati.