MMIX memperluas portofolio produknya ke sejumlah kategori barang konsumsi, termasuk tisu dan popok. Perseroan juga mengembangkan bisnis manufaktur melalui fasilitas produksi popok di Tangerang, yang dikelola perusahaan patungan bersama mitra asal China.
Fasilitas tersebut memiliki potensi kapasitas produksi sekitar 1,8 miliar unit per tahun, dengan kemampuan produksi hingga 900 popok per menit. Selain popok bayi, fasilitas itu disiapkan untuk memproduksi popok dewasa, pembalut wanita, dan tisu basah.
Dari sisi kinerja keuangan, manajemen MMIX membidik pendapatan sekitar Rp388 miliar pada 2026. Di pasar saham, MMIX juga mencatat aktivitas pembelian oleh investor asing dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan informasi yang disampaikan, akumulasi pembelian investor asing disebut telah melampaui Rp75 miliar.
Ke depan, perkembangan bisnis manufaktur, realisasi target pendapatan, serta permintaan terhadap produk konsumen akan menjadi sejumlah faktor yang dapat dicermati investor dalam menilai prospek MMIX.
(Shifa Nurhaliza Putri)