Kartika menambahkan, perseroan tetap akan mengalokasikan investasi untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan bisnis, baik di segmen farmasi, nutrisi maupun lini usaha lainnya.
"Jadi saat ini kita sedang direview kembali dan kita ke depannya akan tetap mengalokasikan investasi untuk kebutuhan pertumbuhan baik itu di sektor pharma, nutrisi maupun di bisnis kami yang lain," ujar dia.
Di sisi kinerja, Kalbe Farma membukukan penjualan neto sebesar Rp19,47 triliun pada semester I-2026, tumbuh 14,06% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp17,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan tersebut terutama ditopang oleh kinerja divisi distribusi dan penjualan produk kesehatan. Namun, laba bersih perseroan tercatat Rp1,97 triliun pada semester I-2026, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan terhadap profitabilitas antara lain berasal dari kenaikan biaya bahan baku impor di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.