"Dengan kinerja tersebut, laba periode berjalan RANS meningkat menjadi Rp35,07 miliar dari Rp27,54 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan laba ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan perseroan," kata Corporate Secretary RANS, Chintami M. Sihombing dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Dari sisi neraca, total aset RANS meningkat 85,6 persen menjadi Rp855,73 miliar per 30 September 2026 dibandingkan Rp461,03 miliar pada akhir 2025. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kas dan setara kas yang melonjak 406,8 persen menjadi Rp507,43 miliar, seiring penerimaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp429,25 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun 35,78 persen menjadi Rp77,21 miliar dari Rp120,23 miliar pada akhir 2025. Penurunan tersebut terutama didukung pelunasan sisa utang bank sebesar Rp37,3 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Penguatan posisi keuangan juga tercermin dari kenaikan rasio lancar (current ratio) dari 2,63 kali menjadi 8,66 kali. Sementara itu, rasio liabilitas terhadap aset (debt to asset ratio) turun dari 26,1 persen menjadi 9 persen.
"Dengan struktur keuangan yang semakin kuat, RANS optimistis dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan usaha dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)