Menurut dia, PGEO ingin mengambil peran sebagai pemasok listrik secara langsung (direct electrification) bagi industri data center dengan memanfaatkan energi bersih. Skema tersebut diharapkan dapat menjadi peluang baru bagi perseroan, mengingat belum ada data center di Indonesia yang secara langsung menggunakan pasokan listrik dari energi bersih melalui skema tersebut.
“Jadi harapannya secara regulasi terpenuhi, secara komersial bisa kami capai. Tapi peran PGEO di sini adalah sebagai direct elektrifikasi untuk data center. Jadi hari ini data center yang langsung disuplai pakai energi bersih itu tidak ada di Indonesia,” tuturnya.
Adapun pasokan listrik untuk kebutuhan data center tersebut direncanakan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.
Saat ini, Kamojang menjadi kontributor produksi listrik terbesar PGEO dengan kapasitas terpasang 235 megawatt (MW) dan produksi mencapai 1.438 gigawatt hour (GWh).
Pembangkit ini juga mencatatkan tingkat faktor kapasitas sebesar 93,71 persen, dengan pertumbuhan produksi 8,3 persen secara tahunan (yoy).
(DESI ANGRIANI)