sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pendapatan Merdeka (MDKA) Tembus Rp14,8 Triliun di Kuartal III-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
02/11/2026 13:50 WIB
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kinerja operasional yang semakin solid pada kuartal III-2026.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kinerja operasional yang semakin solid pada kuartal III-2026. (Foto: Ist)
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kinerja operasional yang semakin solid pada kuartal III-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kinerja operasional yang semakin solid pada kuartal III-2026. Capaian tersebut ditopang oleh rekor produksi bijih nikel, peningkatan produksi emas di Tambang Emas Pani, serta kontribusi yang semakin besar dari bisnis hilirisasi.

Perseroan membukukan penjualan produk sebesar USD817,3 juta atau Rp14,8 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS sepanjang kuartal III-2026. Kontribusi terbesar berasal dari produk nikel, terutama Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM). Sementara itu, sektor emas menyumbang penjualan sebesar USD72,9 juta.

Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro mengatakan, kinerja kuartal III-2026 mencerminkan semakin kuatnya portofolio bisnis perseroan. Operasi nikel terus berkembang, produksi emas Pani meningkat, dan bisnis hilirisasi mulai memberikan kontribusi dari berbagai produk.

"Pada saat yang sama, kami terus memajukan berbagai proyek yang akan membentuk fase pertumbuhan MDKA selanjutnya, dengan tetap mempertahankan fokus yang disiplin pada keandalan operasi dan alokasi modal," ujar Albert dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Dari sektor emas, Tambang Emas Pani memproduksi 26.331 ons pada kuartal III-2026, meningkat 69 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kapasitas operasi pelindian tumpukan atau heap-leach. Adapun Tambang Emas Tujuh Bukit menghasilkan 23.811 ons emas.

Secara gabungan, produksi emas dari kedua tambang tersebut mencapai 50.142 ons. Perseroan juga melanjutkan eksplorasi dan optimalisasi operasional di Tujuh Bukit. Hasil eksplorasi terbaru telah memperpanjang umur tambang setidaknya hingga 2033.

Sementara itu, operasi nikel di Sulawesi mencatatkan rekor produksi bijih nikel kuartalan. Produksi saprolit meningkat 68 persen secara tahunan menjadi 3,3 juta wet metric tonnes (wmt), sedangkan produksi limonit naik 62 persen menjadi 9 juta wmt. Produksi NPI mencapai 20.553 ton kandungan nikel dan HGNM sebesar 9.436 ton.

Bisnis hilirisasi juga mendapat tambahan kontribusi dari fasilitas Acid Iron Metal (AIM). Fasilitas tersebut menjual sekitar 290.000 ton asam sulfat dengan nilai penjualan USD98,4 juta. Produk ini turut memperkuat diversifikasi penjualan Grup sekaligus mendukung pasokan bahan baku bagi operasi high-pressure acid leach (HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Di Wetar, perseroan memproduksi 1.265 ton tembaga selama kuartal III-2026. Operasi tambang difokuskan pada optimalisasi ekstraksi tembaga dari material heap-leach yang tersedia melalui metode refluffing dan bioleaching. Proses bioleaching berhasil memulihkan 35 ton tembaga sepanjang periode tersebut.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, MDKA juga melanjutkan pengembangan sejumlah proyek utama. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah melewati tahap studi kelayakan dan kini memasuki pekerjaan optimalisasi yang mengintegrasikan pengembangan tambang bawah tanah serta potensi tambang terbuka.

Di Tambang Emas Pani, pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) Tahap 1 juga terus berjalan. Desain rekayasa dasar telah selesai, pengadaan peralatan utama telah dilakukan, dan kontraktor konstruksi mulai dimobilisasi.

Fasilitas CIL Tahap 1 dirancang memiliki kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (Mtpa), dengan kapasitas cadangan hingga sekitar 14,4 Mtpa. MDKA juga merencanakan pembangunan fasilitas CIL kedua dengan skala serupa. Jika kedua fasilitas beroperasi sesuai rencana, kapasitas produksi emas Pani ditargetkan meningkat dari sekitar 250.000–350.000 ons per tahun menjadi 500.000–700.000 ons per tahun.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement