Menilik indikator pergerakan hari ini, ujar Hendra, posisi indeks di level 6.000 memegang peranan penentu untuk menahan laju koreksi lanjutan setelah empat hari bursa tertekan beruntun. Jika batas psikologis tersebut tertembus kembali ke bawah, pasar saham domestik dibayangi risiko pelemahan menuju batas bawah di level 5.900.
Hendra menerangkan, secara teknikal, pergerakan indeks komposit hari ini bakal diuji oleh ketahanan level psikologis yang sempat tersentuh pada perdagangan sebelumnya. Peluang pembalikan arah jangka pendek terbuka lebar, kendati ruang penguatan tersebut diproyeksikan belum mengubah tren pelemahan secara struktural.
"Level 6.000 menjadi area psikologis yang sangat krusial, di mana peluang technical rebound tetap terbuka setelah empat hari perdagangan beruntun terkoreksi. Namun jika level 6.000 kembali ditembus ke bawah, pasar patut mewaspadai pelemahan ke 5.900, sedangkan untuk mengonfirmasi pemulihan tren, indeks harus mampu menembus area 6.100 hingga 6.150 dengan dukungan volume transaksi yang solid," kata dia.
Dari panggung global, dinamika harga minyak mentah jenis Brent yang mendekati USD100 per barel menjadi ancaman nyata bagi stabilitas makroekonomi dalam negeri. Lonjakan beban impor minyak mentah tidak hanya berisiko mengerek inflasi, tetapi juga menyedot cadangan devisa yang berujung pada pelemahan rupiah lanjutan.