Perseroan menyebut, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih memadai untuk mendukung kegiatan usaha.
Adapun saham hasil buyback akan dialihkan dengan mengikuti tata cara sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.
Hingga penutupan perdagangan Senin (26/10/2026), saham BRIS melonjak 3,43 persen ke Rp1.055. Dalam satu bulan, saham BRIS terkoreksi 30,13 persen dan minus 52,69 persen secara year to date (ytd).
(DESI ANGRIANI)