"Kami melihat kebutuhan masyarakat untuk bepergian dan traveling tetap memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dalam jangka panjang," katanya.
Selain mengandalkan bisnis perjalanan, Blibli akan memaksimalkan strategi omnichannel yang mengintegrasikan kanal digital dan toko fisik untuk menjaga pertumbuhan transaksi pada semester II-2026.
Kusumo mengatakan, perseroan akan terus memperkuat strategi omnichannel dengan mengintegrasikan kanal penjualan online dan offline. Saat ini perseroan tercatat memiliki 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, 1 toko fesyen dan olahraga, 60 outlet supermarket, dan 39 home & living experience centers.
Dalam kategori elektronik, Blibli terus memperluas kemitraan dengan pemegang merek, termasuk melalui pengoperasian toko monobrand. Perseroan juga mengembangkan jaringan toko elektronik rumah tangga yang bertambah dari satu gerai ketika diluncurkan pada kuartal IV-2025 menjadi 20 gerai hingga akhir Juni 2026.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Blibli mengintegrasikan kapabilitas digital dengan jaringan supermarket Transmart yang memiliki 60 gerai dalam berbagai format. Sementara pada kategori home and living, perseroan memanfaatkan 39 Home and Living Experience Center yang dioperasikan oleh Dekoruma.