"Sehingga kita bisa mengambil keuntungan atau arbitrase di dalamnya yaitu dengan jika harga secondary lebih tinggi dan harga primary lebih rendah, maka kita beli yang rendah dan jual di harga yang lebih tinggi. Atau pun sebaliknya, jika harganya secondary lebih rendah, harga primary lebih tinggi, kita bisa melakukan sebaliknya," jelas Willy.
Di sisi lain, VP Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Dharma Satria mengatakan, Pegadaian berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas yang menjadi aset dasar ETF. Emas tersebut berasal dari produksi anak perusahaan Pegadaian, Galeri 24, yang bergerak di bidang manufaktur emas.
"Seluruh emas yang nantinya menjadi aset dasar atau backing dari gold ETF ini kita simpan di situ (vault Pegadaian) dengan pencatatan atas emasnya itu adalah kepemilikan reksa dana. Jadi bukan kepemilikan Pegadaian," pungkas Dharma.
Dia menyebut Pegadaian saat ini memiliki fasilitas penyimpanan atau vault berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 100 ton untuk menyimpan emas.
(Nur Ichsan Yuniarto)