"Karena itu strategi investasi perlu dibangun berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif yang dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio," lanjutnya.
Dimas menegaskan soal pemahaman profil risiko menjadi kunci utama bagi investor dalam memburu imbal hasil di tengah tingginya tantangan di pasar finansial.
"Tingginya uncertainty saat ini menuntut nasabah cermat memilih instrumen yang memiliki fitur lindung nilai sesuai profil risiko, salah satunya melalui reksa dana pasar uang MNC Dana Lancar yang menawarkan pencairan T+1 dengan kustodian BCA," kata Dimas.
Seturut itu, Dimas menggarisbawahi pentingnya strategi diversifikasi yang berimbang agar portofolio investor tetap resilien sekaligus mampu mendatangkan imbal hasil secara konsisten.
"Saran kami di dalam portofolio nasabah harus tetap menyisipkan produk hedging reksa dana pasar uang, selain penempatan pada reksa dana campuran, pendapatan tetap, maupun saham baik on-us maupun off-us," katanya.
Adapun instrumen reksa dana pasar uang seperti MNC Dana Lancar menawarkan imbal hasil kompetitif dan baru saja meraih penghargaan dari Infovesta. Produk ini digadang-gadang ramah likuiditas. Terlebih karena mayoritas nasabah Trust Sekuritas telah terintegrasi dengan Rekening Dana Nasabah (RDN) di BCA.