sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MGLV Muncul Jadi Pemain Data Center AI, Ini Prospeknya

Market news editor Rahmat Fiansyah
22/09/2026 06:00 WIB
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) tiba-tiba menjelma menjadi pemain data center di Indonesia melalui aksi backdoor listing.
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) tiba-tiba menjelma menjadi pemain data center di Indonesia melalui aksi backdoor listing. (Foto: Dok. Magnific)
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) tiba-tiba menjelma menjadi pemain data center di Indonesia melalui aksi backdoor listing. (Foto: Dok. Magnific)

Berdasarkan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas, MGLV akan memiliki kapasitas data center sebesar 102 megawatt (MG) di kuartal II-2027. Angka tersebut berasal dari pengembangan data center di Jababeka sebesar 42 MW dan Batang 60 MW.

Untuk mendukung ekspansi itu, MGLV melakukan rights issue dan pinjaman pemegang saham. Rights issue jumbo MGLV tersebut telah diumumkan dengan harga pelaksanaan Rp8.880 dan rasio 100:15 dengan target dana Rp2,54 triliun.

Selain itu, kata Kafi dan Erindra, MGLV juga akan membangun gardu induk sendiri dengan kapasitas 100 MVA di masing-masing lokasi Jababeka dan Batang. Langkah ini ditujukan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan PLN di sekitar lokasi.

Dalam pengembangan data center, MGLV menargetkan biaya pembangunan di bawah USD10 juta per MW. Di Batang, data center milik MGLV berpotensi memperoleh katalis dari Zankore, perusahaan patungan neocloud milik PT Indosat Tbk (ISAT) dengan peluang ekspansi hingga 900 MW. 

Menurut Kafi dan Erindra, harga saham MGLV saat ini sudah mencerminkan valuasi kapasitas data center 102 MW pada 2027. Oleh karena itu, katalis berikutnya akan bergantung pada kecepatan penambahan kapasitas data center dari Zankore.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement