“Kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini,” ujar Albert dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).
Dari sisi operasional, produksi emas Grup Merdeka meningkat 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ons pada semester I 2026. Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ons, sedangkan Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ons setelah mulai beroperasi tahun ini. Total penjualan emas juga meningkat 3 persen menjadi 61.561 ons.
Pada bisnis nikel, MBMA memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel pada semester I 2026, naik 121 persen secara tahunan. Penjualan bijih nikel meningkat 60 persen menjadi 12,4 juta wmt. Pertumbuhan tersebut didukung utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta peningkatan produktivitas di area tambang utama.
Kinerja pengolahan nikel juga menguat. Produksi dan penjualan NPI meningkat 20 persen secara tahunan seiring operasi smelter yang lebih stabil. Sementara itu, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dengan penjualan tumbuh 72 persen. Kondisi tersebut memperkuat kontribusi rantai nilai nikel terhadap kinerja Grup Merdeka.
Perseroan juga melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap studi kelayakan, sedangkan Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi dan mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL). Di lini material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt memajukan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menuju produksi pada semester II-2026.