Harga produk nikel untuk kebutuhan baterai seperti mixed hydroxide precipitate (MHP), nickel matte, dan nikel sulfat juga cenderung datar secara bulanan.
Kondisi tersebut terjadi meskipun harga nikel di London Metal Exchange (LME) sempat naik 6 persen secara bulanan ke sekitar USD17.000 per ton.
Tekanan yang lebih besar terlihat pada harga bijih nikel saprolit dengan kadar 1,6 persen. Harga komoditas tersebut turun menjadi USD66 per wet metric ton (wmt), atau anjlok 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan harga tersebut terjadi seiring turunnya Harga Patokan Mineral (HPM). Pada saat yang sama, premi harga bijih nikel juga menyusut dari USD5,5 per wmt menjadi USD2,7 per wmt.
Indo Premier memperkirakan harga bijih nikel masih dapat melemah lebih lanjut.
"Kami memperkirakan harga bijih nikel terus melemah seiring membaiknya kondisi cuaca, tambahan persetujuan kuota RKAB, serta gangguan ekspor yang berkaitan dengan kandungan rare earth," tulis Ryan.