Salah satu yang menjadi perhatian adalah emiten milik taipan Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Maybank memperkirakan saham tersebut tetap bertahan dalam MSCI Global Standard. Jika terealisasi, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi saham BRPT.
Maybank juga memperkirakan tidak terjadi pengurangan bobot pada saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi saham blue chip, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
“Ekspektasi pengurangan bobot pada saham-saham dengan market cap besar diharapkan tidak terjadi,” tulis Maybank, Senin (10/8).
Namun, seperti BRI Danareksa, Maybank melihat GOTO sebagai kandidat yang lebih berisiko keluar dari MSCI Global Standard. Proyeksi tersebut mengacu pada langkah yang diterapkan FTSE Russell dalam review sebelumnya.